inilah proses ku

malam ini, mata ku tak maw berkompromi dengan ku.. badan ini telah lelah menjalani hari tapi raga ini tak kunjung jua merasa lelah… pikiran ku, entah mengapa dia tidak maw berhenti untuk berkelana.. sepi, hening, begitu tenang di luar tapi begitu ramai di dalam otak ku. malam adalah waktu dimana ku bisa merenungkan tentang apa yang telah ku jalani, hal-hal yang telah ku lewati.

kadang ku sering berfikir, kenapa aku sering kali bingung. bingung terhadap banyak hal dalam hidup ku. keadaan yang sering kali sangat menyita pikiran ku, walau ku sudah bisa berkompromi dengan masalah ku yang satu ini. sekarang ini ku sedang dibingungkan dengan manusia.

waktu terus berjalan dan hidup pun berubah. kini ku tahu bahwa ku tak bisa untuk tidak berubah. perubahan itu membuatku bertemu dengan begitu banyak orang yang berbeda-beda dengan lingkungan yang juga berbeda. entah mengapa, tapi mereka semua membuat ku menjadi semakin tidak tahu. begitu banyak keterkejutan ku muncul, tak pernah menyangka bahwa mereka benar-benar tidak seperti yang terlihat. membuat ku takut dan bingung.. pada akhirnya semua itu membuat ku sangat lelah.. kini, menyadari bahwa ku memang perempuan berumur 21 tahun tapi berjiwa gadis 15 tahun.

sekarang ini yag ku tahu adalah ku tak boleh berhenti, terus berjalan untuk terus mencari tahu,. keluar dari kebingungan-kebingungan ku walaupun akan ada kebingungan-kebingungan yang lain.. mungkin inilah yang disebut berproses, perubahan ku untuk menjadi lebih dewasa, keluar dari zona ku.. benar-benar merasakan kuatnya hantaman dunia yang selama ini ku hindari, dunia yang ku sebut sebagai dunia nyata, dunia kehidupan..

Iklan

6 Responses to “inilah proses ku”


  1. 1 LuXsmaN Mei 23, 2009 pukul 8:07 am

    SEMANGAT…….

    ati-ati di jalan…………………

  2. 2 Taufik Hidayatulloh Mei 27, 2009 pukul 2:04 am

    Pada batang cemara berkelok, kutitipkan hati yang tengah gundah, usai tangkap binar matamu, yang slalu tak mampu kuterjemahkan, dengan kata dan aksara…
    Putri, waktu terus menggerusmu, dan satu tulang rusuk yang patah, tengah jenuh menanti mu.. aku takut, tulang itu tinggal serpih, atau malah rapuh ditelan waktu..
    Engkau tetaplah mentari, setidaknya bagi pagi yang terus menanti.
    Salam hangat sjuta takdzim, tuk ayah, ibu dan smua keluarga.

  3. 3 dameydra Juli 13, 2009 pukul 9:09 am

    salam kenal aja yach mbak…

  4. 4 bocahbancar Agustus 26, 2009 pukul 5:13 am

    Meninggalkan jejak ah di sini 🙂

  5. 5 masiqbal September 20, 2009 pukul 9:05 am

    walopun komentar saya ga nyambung sama postingan, ijinkan saya untuk mengucapkan :
    Taqobballallahu minna wa minkum, Syiamana wa syiamakum,
    Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal aidin wal faizin
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Mohon maaf lahir dan bathin, maapin segala salah dan khilafku selama ini ya…

  6. 6 budiono Januari 22, 2010 pukul 4:33 pm

    luar biasa… saya ucapkan selamat atas keputusan yang sangat tepat untuk menyempurnakan separo agama alloh..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: